Kamis, 25 April 2019

Istilah Bonek


Salam Satu Nyali, Wani!

Mbonek Sampek Matek. 
Kecintaan suporter militan Persebaya untuk tim kesayangan.

CAK Gepeng begitu menggebu kala menyinggung Bonek, suporter klub Persebaya Surabaya. Selepas kenyang melahap nasi pecel di pinggir jalan dekat Tugu Pahlawan, semangatnya menyala lagi untuk berkisah. “Dari kecil, Mas. Sudah senang Persebaya walau aku kecilnya di Malang,” ujar anggota Bonek yang tinggal di kawasan Tambak Bayan itu kepada Historia.

Gepeng tak segan memperlihatkan t-shirt hijau bertuliskan lirik ikonik chant, Bonek: ‘Persebaya Kami Haus Gol Kamu’ dan kaus jadi atribut fenomena ‘Tret Tet Tet’, sebuah mobilisasi Bonek ke Jakarta untuk final Perserikatan 1987-1988 kontra Persija Jakarta.

“Nah, kalau iki oleh dike’i (ini dikasih) Bobotoh waktu ikut pertandingan tandang ke Bandung,” lanjutnya menunjukkan syal bertuliskan ‘Bonek-Viking’. Dua kelompok suporter itu sejak beberapa waktu lalu bisa beraliansi.


Cak Gepeng alias Liem Kim Hau, 
Satu dari Sekian Bonek Militan yang Pernah Turut Fenomena 'Tret Tet 

Dari kecil wes mbonek (sudah jadi Bonek), sudah sering mbolos buat nonton Persebaya di (stadion) Tambaksari (kini Stadion Gelora 10 November). Mulai besar, mulai ikut pertandingan-pertandingan luar kota. Ya termasuk pas ‘Tret Tet Tet!’ ke Jakarta. Pokok’e sering ikut keluar (Surabaya), yo Wani! Sampek Matek (ya berani, sampai mati) bela Persebaya,” tandasnya.


Muasal Bonek

Dari Gepeng-lah Historia bisa bersua salah satu dedengkot Bonek, Andi Kristianto, di sebuah taman depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Seperti Gepeng, pentolan Bonek yang akrab disapa Andie Peci itu juga bukan asal Surabaya, melainkan Madiun.


Fakta itu itu membuktikan Persebaya melekat dan mendarah-daging bagi segenap orang Jawa Timur. “Bonek itu awalnya hanya nilai-nilai saja. Di musim (kompetisi Perserikatan) 1987-1988, ketika itu Suratkabar Jawa Pos yang punya satu istilah Bonek. (Akronimnya) Bondo Nekat atau artinya modal nekat. Awalnya waktu itu nilai-nilai suporter memang diharuskan jadi suporter yang nekat. Waktu itu kan suporter yang berangkat ke Senayan membludak. Lahir juga (fenomena) ‘Tret Tet Tet’,” ujar Andie Peci kepada Historia.

Di masa itu, belum lazim suporter tamu datang ke markas tim lawan. Bonek mempelopori suporter ikut datang ke markas tim lawan.

Menukil Arek Bonek: Satu Hati untuk Persebaya karya Nor Islafatun, istilah Bonek pertamakali dicetuskan bos Jawa Pos, Dahlan Iskan, saat melihat banyak fans Persebaya di final Perserikatan 1987-1988 tak bisa masuk stadion lantaran zonder tiket. “Wah, koen iku Bonek, Rek! (Wah, kamu itu modal nekat!)” celetuk Dahlan, dikutip Nor Islafatun.

Namun, pengamat sejarah Persebaya Dhion Prasetya punya pendapat lain soal muasal istilah Bonek. “Waktu itu Ketua DPRD Jawa Timur ngomong sama Pak Purnomo Kasidi (Ketum Persebaya). Dia lihat di bawah hotel tempat dia menginap (di Jakarta) banyak suporter berhamparan di halaman hotel. Dia bilang: ‘Wah, Bonek tenan arek-arek iku!’ Ya maksudnya, nekat tanpa bondo buat menginap. Sejatinya mereka bondo tapi pas-pasan” kata Dhion kepada Historia.


Sementara, istilah ‘Tret Tet Tet” berkelindan dengan mobilisasi oleh Jawa Pos dan beberapa pihak lain di Surabaya untuk memberangkatkan puluhan ribu suporter ke Jakarta menggunakan bus, kereta api, kapal laut, hingga pesawat terbang. Dari upaya mobilisasi mencontoh suporter-suporter di Inggris itu Jawa Pos mendapat feedback oplah yang besar dengan pemberitaan Persebaya dan Bonek.

Apapun Dilakukan Bonek untuk Mengawal Persebaya Bermain Laga Tandang di Manapun 
( "Arek Bonek : Satu Hati untuk Persebaya" )

Tradisi itu kian masif di tahun-tahun berikutnya. Mereka yang enggak punya modal bisa tetap berangkat karena situasi transportasi saat itu masih relatif longgar ya, tidak seperti sekarang. Contoh, bisa naik kereta sampai ke atas-atas begitu,” sambung Andie Peci.

Sebelum momen 1988 itu, belum pernah ada suporter terkoordinir di tanah air. “Istilahnya ya pendukung dulu sebutannya ‘Arek’. Ya budaya khas Suroboyo yang dibawa sebagai identitas dan asalnya. Misal, Arek Wonokromo, Arek Tambak Bayan, Arek (Tanjung) Perak,”. Di tahun 1988 itupun baru berupa sebutan. Tapi kalau kita bilang Bonek secara (komunitas) suporter, baru muncul tahun awal 2000-an,” tambah Dhion.

Akur Tanpa Organisasi Terstruktur

Berbeda dari Viking (suporter Persib) atau The Jakmania (suporter Persija), Bonek tak punya organisasi terstruktur. Pun begitu mereka tetap akur dalam beratraksi, berkoreo hingga beryel-yel saat mendukung Persebaya.

“Memang Bonek tidak ada struktur yang tersentralisir. Tapi bahwa ada struktur-struktur (informal) kecil di komunitas, di kota-kota, kabupaten, itu ada. Tapi tidak ada organisasi yang memberi arahan atau instruksi. Dulu pernah dibentuk Arek Bonek 1927 di mana saya ditunjuk presidium-nya. Tapi itu hanya sebatas sampai perjuangan melawan ketidakadilan PSSI saja di 2010,” tambah Andie Peci.

Ketiadaan organisasi membuat Bonek tak punya ketua umum, presiden, apalagi panglima resmi. Untuk mengurus laga kandang dan mengatur bagaimana koordinasi koreo maupun atraksi, lazimnya tiga koordinator informal –yang biasa menempati tribun utara, timur, dan selatan– akan berembuk. Itu berlaku sebatas untuk di stadion. Usai pertandingan, mereka bubar ke kelompok masing-masing.


Dedengkot Bonek Andie 'Peci' Kristianto

“Sebenarnya usulan itu pernah diusulkan banyak komunitas, membuat struktur organisasi yang baku. Tapi ada hal yang kita harus pikirkan secara bersama. Karena kan tipikal dan karakter arek-arek Suroboyo berbeda-beda. Ya seperti Perang 10 November (1945) saja, rakyat berjuang tanpa ada struktur,” tutur pria kelahiran Madiun 40 tahun silam itu.

Adanya organisasi, kata Andie Peci, juga akan diikuti beberapa dampak dan potensi negatif. Salah satunya, kekhawatiran dibawa ke arah politik di samping monopoli kekuasaan di bawah satu kepemimpinan. Nantinya, yang paling ditakutkan adalah timbulnya perpecahan, gontok-gontokan akibat dua potensi dampak negatif tersebut.

“Menjadi suporter yang baik itu sederhana: mendukung klubnya dan tidak merugikan klubnya. Kalau semua sudah bisa begitu, struktur tidak dibutuhkan. Cukup menjadi Bonek yang tidak merugikan Persebaya,” jelas Andie Peci.

Meski tanpa organisasi, Bonek bisa berelasi dekat dengan klub. Hal itu tidak muncul begitu saja. “Sebenarnya sudah mulai diawali dengan pengadaan Kartu Persebaya Selamanya. Langsung terafiliasi dengan klub. Untuk saat ini tercatat 55 ribu yang resmi memegang kartu anggotanya walau aslinya jumlah Bonek lebih dari itu,” imbuhnya.

Sebagai pengikat kesetiaan dengan manajemen klub, sambung Andie Peci, sudah lama terjadi komitmen bersama walau tak tertulis. Yang menjadi pegangan Bonek adalah pengaruh besar mereka di hadapan manajemen klub.

“Kami sering kritik tajam, demo besar-besaran terhadap manajemen. Seperti tahun kemarin, kita lengserkan pelatih Iwan Setiawan. Bonek punya posisi bargain, kekuatan kami luar biasa di hadapan manajemen. Padahal dulu Bonek tidak seperti ini. Sikap kritis terbangun setelah adanya perjuangan beberapa dari kami, di masa kritis (Persebaya tidak diakui 2010),” tutup Andie Peci.

Sumber Berita : Historia

Selasa, 23 April 2019

Apa Kabar 7 Klub Pendiri PSSI, Induk Tertinggi Sepak Bola Indonesia?



Terdapat Tujuh klub sepak bola Indonesia yang menjadi pendiri PSSI atau induk tertinggi olahraga si kulit bundar Tanah Air. Kini bagaimana kabarnya?

PSSI lahir pada 19 April 1930 silam atau tepatnya menuju usia 89 tahun. Tentu banyak sekali gebrakan yang dilakukan PSSI di dunia sepak bola Tanah Air.

Berdirinya PSSI tak lepas dari insinyur lulusan Jerman Soeratin Sosrosoegondo yang ditandatangani oleh tujuh klub Indonesia.

Tujuh klub yang dimaksud adalah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), dan Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM).
Lalu Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB), Madioensche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM), serta Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Nama-nama tersebut mungkin sangat asing dibaca atau didengar oleh penggemar sepak bola masa kini. Bagaimana kalau nama-nama tersebut diganti dengan yang dikenal sekarang.

Seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, PSM Madiun, PPSM Magelang, dan Persebaya Surabaya. Tentu sudah tahu, kan?
Setelah lama berdiri kini bagaimana kabar-kabar dari tujuh klub pendiri PSSI sekarang? Mari disimak penjabaran berikut mengenai kiprah mereka.


1. Persija Jakarta


Persija Jakarta lahir pada 28 November 1928 silam. Banyak sekali transformasi yang terjadi pada klub berjuluk Macan Kemayoran ini.

Klub yang sempat bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) ini telah banyak mengoleksi gelar juara. Total ada 29 trofi telah diraih oleh Persija.

Mulai dari juara era Perserikatan, Liga 1, hingga kompetisi pra musim Piala Presiden telah digenggam oleh Persija. Jumlah tersebut masih bisa bertambah.

Kini Persija, dalam dua musim terakhir, tengah berjuang membawa nama Indonesia semakin menggema di dunia lewat ajang AFC Cup.


2. PPSM Magelang


Kemudian ada PPSM Magelang atau Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) belum pernah meraih gelar juara sejak beridiri pada 1925 (versi berbeda pernah disebut lahir pada 1919).

Prestasi terbaik PPSM Magelang adalah peringkat tiga Perserikatan 1935 serta semifinal Piala Indonesia 2011/2012 lalu. Kini PPSM Magelang berkiprah di Liga 3.


3. Persib Bandung


Lalu ada Persib Bandung yang juga menjadi pendiri PSSI. Klub yang berjuluk Maung Bandung ini berdiri pada 14 Maret 1933 silam atau 86 tahun silam.
Sejauh kiprahnya, Persib mampu mengoleksi delapan gelar juara. Mulai dari Perserikatan, Liga Indonesia, Liga 1, serta Piala Presiden.

Prestasi tertinggi Persib adalah mampu bermain hingga babak quarterfinals Liga Champions Asia 1995. Lalu babak 16 besar AFC Cup 2015 dan kini Persib tetap eksis di Liga 1.


4. PSM Madiun


Selanjutnya ada PSM Madiun yang ikut menandatangani berdirinya PSSI. Klub yang lahir pada 1929 ini pun belum pernah merasakan manisnya gelar juara.

Klub yang mengenakan nama pertamanya Madioensche Voetbal Bond (MVB) ini ternyata pernah mengalami perpecahan internal. Akan tetapi nama PSM Madiun tetap ada dan menjadi anggota PSSI.

Kini PSM Madiun masih terus berjuang di Liga 3. Mereka tengah berusaha untuk bisa lolos ke kasta teratas sepak bola Tanah Air.


5. Persebaya Surabaya


Persebaya Surabaya atau Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) juga menjadi salah satu pendiri PSSI. Klub ini pun lahir pada 18 Juni 1927 atau sebelum PSSI berdiri.

Sejauh ini kiprah Persebaya naik-turun. Akan tetapi pada 2019, klub berjuluk Bajul Ijo ini bermain di Liga 1 alias kasta teratas sepak bola Indonesia.

Sepanjang berdiri, Persebaya telah mengemas trofi hingga 24 gelar. Mulai dari Perserikatan, Liga Indonesia, atau kompetisi lainnya dan juga pernah bermain di Liga Champions Asia atau AFC Cup.


6. Persis Solo


Klub Persis Solo menjadi salah satu pendiri PSSI juga. Klub sepak bola berjuluk Laskar Samber Nyata ini lahir pada 8 November 1923 silam dan lebih tua dari PSSI.

Saat ini Persis Solo tengah berjuang di Liga 2. Mereka berusaha kembali menyemarakan kompetisi teratas sepak bola Indonesia.

Persis Solo juga telah meraih gelar juara sebanyak tujuh kali di era Perserikatan. Kini belum ada lagi gelar yang mengisi lemari trofi klub.


7. PSIM Yogyakarta



Terakhir adalah PSIM Yogyakarta, yang menjadi anggota pendiri PSSI. Bahkan PSIM Yogyakarta menjadi tuan rumah berdirinya PSSI pada 1930 silam.

Satu-satunya gelar yang pernah diraih oleh PSIM Yogyakarta adalah pada era Perserikatan 1932 silam. Setelah itu belum ada prestasi terbaik yang diraih.

PSIM juga sempat terkena masalah lantaran menunggak gaji pemain. Kini PSIM Yogyakarta masih berjuang di Liga 2 dan ingin tembus ke Liga 1.


Senin, 22 April 2019

Tragedi Hillsborough 1989


Nisan peringatan Tragedi Hillsborough

Tragedi Hillsborough adalah tragedi yang mengakibatkan kematian para penonton sepak bola karena saling berjejalan pada tanggal 15 April 1989 di Hillsborough, yang menjadi kandang dari Sheffield Wednesday di kota Sheffield, Inggris. Peristiwa tersebut mengakibatkan 96 orang meninggal dunia yang semuanya adalah pendukung Liverpool F.C. Jumlah korban meninggal tersebut tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam kecelakaan di stadium dalam sejarah Britania Raya dan tetap menjadi rekor tragedi terbesar yang berhubungan dengan stadion sepak bola di Britania Raya.

Pada saat itu adalah pertandingan semi final Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest. Tragedi Hillsborough adalah peristiwa kerusuhan fans di stadion kedua yang melibatkan Liverpool F.C., setelah Tragedi Heysel  pada 1985.

Belakangan berdasarkan hasil penyelidikan dinyatakan bahwa peristiwa tersebut dikarenakan kelalaian pihak kepolisian dan kesalahan pemberitaan oleh The Sun hingga terjadi boikot terhadap The Sun dengan slogannya Don't Buy The Sun. Hal ini membuat PM Inggris David Cameron  pun menyatakan permintaan maafnya kepada para keluarga korban.


Korban

95 orang meninggal pada kejadian tersebut.

Seorang lagi meninggal setelah mendapatkan perawatan sehingga menambah jumlah korban menjadi 96 orang. 89 diantaranya laki - laki serta 7 orang perempuan. Berdasarkan umur, kebanyakan diantaranya berusia dibawah 30 tahun serta 13 orang diantaranya dibawah usia 20 tahun. Korban termuda adalah seorang anak laki - laki berusia 10 tahun.

730 orang terluka di dalam stadiun serta 36 terluka di luar stadion. Ratusan orang mangalami trauma karena peristiwa tersebut.

Berikut ini adalah daftar korban yang meninggal dunia dalam Tragedi Hillsborough:

John Alfred Anderson (62)
Colin Mark Ashcroft (19)
James Gary Aspinall (18)
Kester Roger Marcus Ball (16)
Gerard Bernard Patrick Baron (67)
Simon Bell (17)
Barry Sidney Bennett (26)
David John Benson (22)
David William Birtle (22)
Tony Bland (22)
Paul David Brady (21)
Andrew Mark Brookes (26)
Carl Brown (18)
David Steven Brown (25)
Henry Thomas Burke (47)
Peter Andrew Burkett (24)
Paul William Carlile (19)
Raymond Thomas Chapman (50)
Gary Christopher Church (19)
Joseph Clark (29)
Paul Clark (18)
Gary Collins (22)
Stephen Paul Copoc (20)
Tracey Elizabeth Cox (23)
James Philip Delaney (19)
Christopher Barry Devonside (18)
Christopher Edwards (29)
Vincent Michael Fitzsimmons (34)
Thomas Steven Fox (21)
Jon-Paul Gilhooley (10)
Barry Glover (27)
Ian Thomas Glover (20)
Derrick George Godwin (24)
Roy Harry Hamilton (34)
Philip Hammond (14)
Eric Hankin (33)
Gary Harrison (27)
Stephen Francis Harrison (31)
Peter Andrew Harrison (15)
David Hawley (39)
James Robert Hennessy (29)
Paul Anthony Hewitson (26)
Carl Darren Hewitt (17)
Nicholas Michael Hewitt (16)
Sarah Louise Hicks (19)
Victoria Jane Hicks (15)
Gordon Rodney Horn (20)
Arthur Horrocks (41)
Thomas Howard (39)
Thomas Anthony Howard (14)
Eric George Hughes (42)
Alan Johnston (29)
Christine Anne Jones (27)
Gary Philip Jones (18)
Richard Jones (25)
Nicholas Peter Joynes (27)
Anthony Peter Kelly (29)
Michael David Kelly (38)
Carl David Lewis (18)
David William Mather (19)
Brian Christopher Mathews (38)
Francis Joseph McAllister (27)
John McBrien (18)
Marion Hazel McCabe (21)
Joseph Daniel McCarthy (21)
Peter McDonnell (21)
Alan McGlone (28)
Keith McGrath (17)
Paul Brian Murray (14)
Lee Nicol (14)
Stephen Francis O'Neill (17)
Jonathon Owens (18)
William Roy Pemberton (23)
Carl William Rimmer (21)
David George Rimmer (38 )
Graham John Roberts (24)
Steven Joseph Robinson (17)
Henry Charles Rogers (17)
Colin Andrew Hugh William Sefton (23)
Inger Shah (38)
Paula Ann Smith (26)
Adam Edward Spearritt (14)
Philip John Steele (15)
David Leonard Thomas (23)
Patrik John Thompson (35)
Peter Reuben Thompson (30)
Stuart Paul William Thompson (17)
Peter Francis Tootle (21)
Christopher James Traynor (26)
Martin Kevin Traynor (16)
Kevin Tyrrell (15)
Colin Wafer (19)
Ian David Whelan (19)
Martin Kenneth Wild (29)
Kevin Daniel Williams (15)
Graham John Wright (17)


Jersey Liverpool di bagian belakang yang dihiasi 2 kobaran api kiri dan kanan memaknakan Flame of Justice
 untuk mengenang korban tragedi Hillborough dan Heysel.

Salah satu korban termuda adalah Jon-Paul Gilhooley (10) merupakan sepupu dari Steven Gerrard ( Captain Liverpool FC dan Timnas Inggris ), yang kala itu baru menginjak usia 9 tahun, sejatinya bersyukur tidak menjadi korban. Ia batal menonton secara langsung lantaran tidak mendapat tiket. Namun, kepergian sepupunya tak mudah ia lupakan.

“Jon-Paul sebaya dengan saya, hanya dia lebih tua setahun. Sama seperti saya, dia juga penggemar berat Liverpool, sangat menyukai sepak bola dan gemar bermain di jalanan,” kenang Gerrard

Apparel Yang Dipakai 18 Klub Liga 1 2019


Satu bulan menjelang kick off kompetisi teratas sepakbola Indonesia Liga 1 2019. 17 klub dari total 18 peserta klub Liga 1 sudah memastikan apparel yang akan dipakai di Jersey masing-masing klub nantinya.

Seperti dilansir instagram.com/media.liga1 (08/04/2019) satu klub yang belum punya apparel yaitu Badak Lampung FC yang menggantikan Perseru Serui. Bali United dan Persebaya adalah dua klub yang menggunakan apparel produksi sendiri. Sementara sisanya menggunakan apparel lokal dan luar negeri.


Berikut in apparel 18 klub Liga 1 2019


instagram.com/media.liga1

Cukup beragam apparel yang akan melekat di jersey para klub Liga 1 2019. Mulai dari Specs, Lotto, Forium, Nike sampai Umbro. Juara bertahan Liga 1 Persija Jakarta sendiri menggunakan apparel lokal dalam negeri yaitu Specs.

Sumber: instagram.com/media.liga1

5 Kendaraan Panser Terganas Indonesia ini Menjadi Andalan di Garis Depan




Dalam perang, peran panser atau kendaraan lapis baja sangatlah tinggi. Selain bertugas sebagai pendobrak, kendaraan ini juga digunakan sebagai penghadang pasukan lawan serta melakukan evakuasi terhadap korban yang berjatuhan. Itulah mengapa panser sangatlah penting hingga di setiap angkatan militer selalu memilikinya dalam jumlah yang banyak.



Panser-panser yang ada di indonesia banyak sekali diproduksi oleh produsen lokal seperti PT. Pindad. Dengan mampu memproduksi kendaraan lapis baja sendiri, Indonesia sudah bergerak lebih maju dalam pertahanan negara. Inilah lima kendaraan panser terganas yang diandalkan Indonesia untuk berada di garis depan.



1. Komodo Halilintar 4×4, Panser Spesialis Pendobrak

Komodo Halilintar 4×4 adalah salah satu panser yang bergerak sebagai kendaraan taktis. Fungsi utama dari kendaraan yang dibuat oleh Pindad ini adalah mendobrak di barisan depan pertahanan lawan. Itulah mengapa kendaraan lapis baja ini didesain sangat lincah namun sangat kuat meski harus menghadapi serangan balik. Oh ya, panser ini Armoured Personnel Carrier yang mampu membawa pasukan khusus sebanyak delapan orang plus senjatanya.


Komodo Halilintar 4×4 [image source]

Komodo Halilntar dilengkapi dengan pelontar granat asap yang cukup unggul di sebelah kiri dan kanan. Kendaraan ini juga memiliki kamera pendeteksi panas hingga mampu mendeteksi gerakan dari panas tubuh manusia. Panser ini memiliki kecepatan hingga 100 km per jam dan diperkuat dengan bodi yang mampu menahan proyektil berkaliber 7,62 mm. Sementara itu lapisan kacanya juga sangat tebal hingga lagi-lagi tak mudah ditembus peluru.



2. Badak 6×6, Panser Bersenjata Mematikan Terbaik Indonesia

Sebelum memesan Badak 6×6, TNI masih menggunakan panser yang berasal dari luar negeri. Misal Tarantula 6×6 yang merupakan buatan Korea Selatan. Lalu ada tank ringan Scorpio yang merupakan buatan Inggris. Untuk lebih memajukan perkembangan panser dalam negeri, Pindad akhirnya membuat Badak 6×6 yang merupakan kendaraan kavaleri hebat buatan dalam negeri.


Badak 6×6 [image source]

Seperti namanya, badak, kendaraan ini memiliki  proteksi bodi yang sangat tinggi. Bodi mengadopsi STANAG III yang merupakan standar NATO. Kendaraan ini tak akan mampu ditembus peluru dari jarak 30 meter. Untuk senjata utama, Badak 6×6 menggunakan kanon Cockerill CSE 90LP yang menyerupai Tarantula 6×6. Kubah kanon yang terletak di atas kendaraan juga terpasang senapan mesin coaxial 7,62×51 mm di sebelah kiri. Dengan senjata ini Badak 6×6 akan semakin kuat di medan perang.



3. Anoa 4×4, 6×6, dan 8×8, Panser Serbaguna yang Andal Dalam Pertempuran

Anoa adalah panser hebat selanjutnya yang mampu dibuat oleh Pindad. Kendaraan ini dibuat dalam beberapa versi tergantung dari fungsinya. Ada Anoa yang difungsikan sebagai kendaraan Amfibi, kendaraan pendobrak, hingga kendaraan recovery saat ada panser lain yang mengalami kerusakan dalam perang yang mengerikan.


Panser Anoa 6×6 [image source]

Secara garis besar Anoa dibuat berdasarkan jumlah rodanya. Ada yang berjumlah 4, 6, hingga 8. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dari pemesan dalam hal ini TNI. Senjata utama dari Anoa adalah senapan mesin dengan kaliber 12,7 mm. Selain itu juga ada senapan lain dengan kaliber 7,62 mm. Untuk melengkapi pertahanan, kendaraan ini juga memakai pelontar granat CIS 40 AGL. Saat ini Anoa telah diproduksi sebanyak 236 dan akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan Indonesia.



4. BTR-4, Panser Amfibi Generasi Baru TNI AL

Berbeda dengan TNI AD yang banyak mengantungkan kendaraan dan senjatanya pada Pindad. TNI AL Indonesia lebih banyak berkiblat para Eropa. Itulah mengapa banyak kendaraan mereka yang diambil dari sana. Seperti BTR-4 yang merupakan produksi Ukraina. Meski negeri ini berkonflik dengan Rusia, namun semangatnya membuat kendaraan tempur khususnya amfibi memang harus diancungi jempol.


BTR-4 [image source]

Kendaraan BTR-4 dilengkapi dengan kanon 30 mm dan senapan mesin coaxial 7,62 mm. Di dalam panser ini bisa diisi 7 orang dengan satu komandan, pengemudi, penembak kanon, dan 4 personel infanteri. Kendaraan ini mampu bergerak dengan kecepatan hingga 110 per jam, dan memiliki jarak tempuh 690 km. Oh ya, saat berada di dalam air kecepetannya menjadi 10 km per jam saja.



5. BTR-80A, Panser Tergarang Korps Marinir

BTR-80A adalah panser yang pertama kali digunakan Indonesia pada tahun 2002 silam. Panser ini diproduksi oleh Rusia yang memang sudah dikenal sebagai produsen kendaraan lapis baja terhebat di dunia. Saat ini Indonesia memiliki 12 unit BTR-80A yang disebar ke dua resimen Kavaleri Marinir di Jakarta dan Surabaya.


BTR-80A [image source]

BTR-80A memiliki senjata utama berupa mitraliur 2A72 coaxial dengan kaliber 30 mm. Senjata ini mampu menembakkan peluru hingga 330 buah dalam satu menit. Selanjutnya ada senapan mesin PKT dengan kaliber 7,62mm x 39 dengan untaian 2.000 butir peluru. Jarak tembak dari senapan mesin ini mencapai 1.500 meter. BTR-80A pernah digunakan Indonesia di Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian dunia PBB.



Inilah lima kendaraan panser terganas yang dimiliki oleh Indonesia. Kendaraan berlapis baja ini sangat andal dalam mendobrak dan menyerang di garis depan. Itulah mengapa memperbanyak panser sama halnya memperkuat pertahanan Indonesia secara menyeluruh. Semoga ke depannya perkembangan panser di Indonesia semakin baik agar negeri ini semakin aman. 

Sejarah Logo “Liverbird” Liverpool FC




Lambang Liver Bird pertama kali muncul diseragam Liverpool FC pada partai final Piala FA tahun 1950. Sekaligus menjadi hari yang bersejarah bagi Liverpool karena melakukan penampilan pertamanya di Wembley. Selama 5 tahun , Liverpool beberapa kali memakain kostum yang sama seperti dikenakan di Wembley. Hingga pada musim kompetisi 1955/1956, lambang Liverpool mengalami perubahaan pertamanya.

Dimana gambar Liver Bird berada dalam lingkaran oval dan tulisan L.F.C berada di bawah Liver Bird. Lambang versi ini bertahan hingga tahun 1968. Kemudian lambang dirubah lagi menjadi lebih modern. Lambang Liver Brid langsung disulam ke seragam pemain dengan menyingkirkan garis pijakan pada kaki Liver Bird serta lingkaran oval dihilangkan.

Kemudian pada tahun 1987, terjadi perubahan besar di Anfield saat Ian Rush memilih hengkang ke Juventus. John Barnes dan Peter Beardsley datang untuk menggantikan Rush. Logo klub mulai dipakai untuk keperluan administrasi, tulisan L.F.C dibawah logo ditiadakan. Ditahun tersebut juga terjadi pergantian sponsor seragam yaitu dari UMBRO menjadi ADIDAS.


Sejarah yang Panjang

Seiring dengan pergantian sponsor seragam, maka lambang Liverpool kembali mengalami perubahan yang ketiga. Lambang Liver bird kembali didalam tameng seperti lambang Liverpool yang pertama. Kali ini penulisan Liverpool Football Club dibawah Liver Bird tidak disingkat. Lambang ini bertahan sampai tahun 1992, dimana Liverpool FC akan mengadakan perayaan hari jadinya yang ke 100 tahun.

Untuk merayakan 100 tahun Liverpool FC, lambang klub mengalami perubahan cukup signifikan. Penambahan ornamen Shankly Gates dengan tulisan You’ll Never Walk Alone diatas tameng Liver Bird. Dimaksudkan untuk mengingatkan jasa manager Bill Shankly yang telah menjadi pondasi kokoh bagi Liverpool FC. Didalam tameng juga tertulis Liverpool Football Club 100 tahun dan lambang Liverbird. Kemudian dibawah tameng tertulis angka 1892-1992.

Tahun 1993 lambang klub mengalami penambahan kobaran api kembar dikedua sisi tameng Liver Bird. Kobaran api kembar ini untuk mengenang para Liverpudlian yang menjadi korban pada tragedi Hillsborough. Lambang ini kemudian bertahan hingga tahun 1999. Lambang ini hanya memiliki komposisi dua warna yaitu putih dan merah. Kemudian sejak 2002, lambang Liverpool FC dibuat dengan full colour. Logo Liverpool yang dihiasi 2 api kiri dan kanan memaknakan Flame of Justice untuk mengenang korban tragedi Hillborough dan Heysel.


Logo the reds dari masa ke masa


Kemudian di musim 2012/2013 , Liverpool kembali mengganti logonya, lambang Liver Bird berwarna kuning berdiri tunggal. Tidak dilengkapi dengan perisai dan oernamen Shankly Gates, hanya sisakan lambang Liver Bird dan tulisan L.F.C berwarna kuning, sama seperti logo yang dipakai tahun 1976-1986.  



Kemudian pada musim 2017/2018 , Liverpool menambahkan bentuk logonya, dalam rangka perayaan 125 tahun klub Merseyside itu berdiri. Disamping kanan dan kiri Liver Bird terdapat angka 1892 dan 2017 kemudian di bawah huruf L.F.C terdapat tulisan 125 years.


Dan di musim 2018/2019 ini , Liverpool kembali mengganti warna logonya, lambang Liver Bird berwarna putih berdiri tunggal. Tidak dilengkapi dengan perisai dan oernamen Shankly Gates, hanya sisakan lambang Liver Bird dan tulisan L.F.C berwarna putih, yang sama seperti logo yang dipakai tahun 1969.


Minggu, 21 April 2019

Ketika Valentino Rossi Juarai GP 125cc Indonesia 1997


Start balapan kelas 125cc di Sentul

Masih ingatkah Anda ketika Valentino Rossi menjadi juara kelas 125cc di Sirkuit Sentul, Indonesia?


28 September 1997 adalah tanggal yang istimewa bagi barisan pendukung Valentino Rossi dari Indonesia.

Pada hari itu, Sentul menjadi tuan rumah seri ke-14 dari Kejuaraan Dunia Grand Prix yang melombakan kelas 500cc, 250cc, dan 125cc.

Rossi sendiri mendominasi kelas 125cc pada musim 1997. Dari 15 balapan, The Doctor menjadi juara 11 kali dan selalu naik podium kecuali tidak finis di Suzuka dan finis keenam di Phillip Island.

Pembalap yang saat itu masih mengendarai motor Aprilia pun sudah mengunci gelar juara dunia sejak dua seri sebelumnya di Brno.

Sebelum terbang ke Indonesia, Rossi sempat mengalami cedera kepala ringan dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Italia

Ketika datang ke Sentul, ia harus memasang alat pengaman tambahan untuk membatasi pergerakan lehernya dan melindungi kepalanya.

Meski demikian, performa Rossi tidak terlalu terpengaruh dan ia masih bisa mengamankan grid start ke-4 di Sentul - Dengan demikian Rossi mengawali balapan dari baris terdepan dalam 11 ronde beruntun.

Jalannya balapan

Empat grid di baris terdepan ditempati oleh pole sitter Jorge Martinez, Tomomi Manako, Kazuto Sakata, dan Rossi.

Selepas start menuju tikungan pertama, Sakata mencuri posisi pertama sedangkan Rossi sempat turun ke P5.

Di akhir Lap 1, Rossi ternyata mampu naik ke P3 untuk menyalip Martinez dan tak lama kemudian, ia merebut P2 dari Manako saat mengerem menuju Tikungan 1.

Rossi lalu mengambil alih pimpinan lomba dari Sakata saat masuk ke Tikungan 7 dari 'S Kecil'. Di Lap 10, Rossi sudah unggul 3,935 detik di depan Sakata dan tidak pernah terkejar lagi.

Posisi tiga besar kemudian tidak pernah berubah. Setelah 26 lap, Rossi akhirnya finis pertama dengan sebuah aksi wheelie di depan Sakata dan Martinez, masing-masing tertinggal 3,028 dan 5,238 detik saat checkered flag dikibaskan.

Saat momen selebrasi di atas podium, Rossi pun terlihat jelas masih memasang alat pengaman di kepalanya. Rossi meninggalkan Sentul dengan keunggulan besar 98 poin dari Noboru Ueda.

Valentino Rossi: "Pekan lalu, saya mengalami kecelakaan di mobil saya dan kemudian di Porsche milik [Loris] Capirossi kepala saya terbentur. Seperti yang bisa Anda lihat hari ini, itu memunculkan masalah [pada kepala saya], jadi saya hanya berusaha semaksimal mungkin di sini."

Hasil balapan


Berikut galeri foto dari Sentul 22 tahun yang lalu...

Valentino Rossi membersihkan motor Aprilia miliknya di Sentul


Valentino Rossi di Sentul

Valentino Rossi bertarung melawan Kazuto Sakata di Sentul

Valentino Rossi di atas podium Sentul - perhatikan kepala dan lehernya

5 Sejarah Simbol Swastika yang Tidak Ada Hubungannya Dengan Nazi



Mendengar kata Nazi, maka sudah bisa ditebak jika akan terbayang sosok Hitler, kejadian pembantaian Etnis, dan satu lagi. Yup, Swastika.  Simbol yang selalu melekat di lengan para pasukan Nazi termasuk Hitler sendiri ini memang sangat ikonik dan diingat betul oleh banyak orang. Bentuknya sendiri sangat unik dan eye catching, namun begitu melihatnya orang-orang akan langsung ingat siapa si empunya lambang dan apa yang telah dilakukannya.

Penggunaan lambang Swastika dilarang di banyak negara lantaran hal tersebut seperti mengingatkan kembali kejadian buruk yang di era Perang Dunia 2 tersebut. Terlepas dari itu, ternyata Swastika  diketahui tak hanya milik Nazi. Banyak ditemukan lambang sejenis yang sudah digunakan bahkan sebelum era Hitler mulai berdiri.

Jadi, siapa saja sih yang ternyata juga menggunakan simbol ini selain Nazi? Cari tahu lewat ulasan berikut.

1. Whirling Logs

Mirip dengan Swastika, ada sebuah simbol bernama Whirling Log. Logo ini digunakan oleh orang-orang kuno Amerika bernama Anasazi  beradab-abad yang lalu. Anasazi sendiri merujuk kepada sebuah suku Indian kuno yang menurut banyak orang eksistensi mereka lenyap tak berbekas. Menurut cerita yang dipercaya oleh orang Navajo (salah satu suku Indian) lambang ini merujuk kepada cerita Whirling Log (“Tsil-ol-ni” dalam bahasa mereka) yang mengisahkan tentang perjuangan seorang pengembara yang melakukan perjalanan hingga akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang subur dan penuh berkah.

Whirling Log [Image Source]

Di beberapa kebudayaan sekitar Anasazi, Whirling Logs juga cukup dikenal dan diartikan sebagai empat penjuru mata angin. Lambang ini juga dijadikan simbol keagamaan di sana sejak tahun 1896. Di awal abad ke 20, lambang ini bahkan dipakai oleh para pekerja tambang di daerah New Mexico (Amerika Utara) sebagai simbol keberuntungan.
Sayangnya, sejak Perang Dunia 2 meletus, orang-orang Amerika yang sudah dulu mengenal lambang ini dilarang menggunakan simbol Whirling Logs dengan alasan yang pasti sudah kamu ketahui. Belakangan, muncul wacana kalau orang-orang asli Amerika akan melakukan gerakan dalam upaya klaim atas lambang ini sebagai simbol otentik milik mereka.

2. Gammadion

Gammadion berasal dari gabungan empat gamma yang dijadikan satu. Lambang ini dimiliki beberapa bangsa sekaligus, misalnya Yunani Kuno, Minoan dan juga Etruscan. Fungsinya sendiri dikatakan sebagai simbol pemujaan untuk matahari.

Gammadion [Image Source]

Gammadion juga dikenal sebagai aksesoris yang melekat dengan Kristiani sejak zaman kekaisaran Romawi. Berbeda dengan Yunani dan lainnya, Gammadion sendiri menurut para kaum Kristiani ini adalah representasi lain dari bentuk salib. Ada juga yang mengatakan jika simbol ini juga digunakan sebagai pelindung arwah yang sudah mati.
Tidak hanya dicetak di bangunan, lambang Gammadion juga menghiasi jubah-jubah pastur zaman dulu. Ada pula yang mengatakan jika asal pemakaian simbol ini oleh orang-orang Kristiani lantaran mereka pernah berhubungan dengan suku Indian terutama dalam hal penyebaran agama.

3. Wan

Lambang Swastika ini juga dipakai oleh agama Budha. Mereka biasa menyebutnya ‘Wan’ untuk penyebutan bahasa China dan ‘Manji’ dalam bahasa Jepang. Berbeda dengan Nazi, orang-orang Budha lebih variatif dalam menggunakan Wan ini. Mereka sering menyematkan warna pada Wan dengan arti yang berbeda satu sama lain. Misalnya warna biru untuk kebajikan abadi, hingga kuning yang artinya adalah kemakmuran yang tidak terbatas. Wan juga sering dikaitkan representasi dari Budha itu sendiri.

Lambang Swastika di Kuil Budha [Image Source]

Simbol Wan ini juga digunakan oleh orang-orang tibet dalam tradisi unik mereka bernama Bon.  Berbeda dari biasanya, mereka membalik simbol ini berlawanan dengan arah jarum jam. Hal ini jadi alasan kenapa para penduduk di sana memutari sebuah situs suci-nya dengan berjalan berlawanan dengan arah jarum jam.
Kembali ke China, karakter Wan ini juga di artikan ‘Sepuluh ribu’ dan dipercaya datangnya dari Tuhan. Simbol ini sudah jadi karakter standar, meskipun penggunaannya sendiri sangat jarang dan hanya jika benar-benar diperlukan saja. Kitab-kitab Budha kuno yang ditemukan di China dan Jepang juga menggunakan simbol ini dengan fungsi sebagai penanda denah sebuah kuil.

4. Swasti

Tak hanya Budha, simbol Swastika juga sangat lekat dengan penganut agama Hindu. Mereka biasa menyebut simbol ini sebagai ‘Swasti’ yang bisa diartikan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebaikan. Secara umum, Swasti juga berarti keberuntungan dan kesehatan. Implementasi simbol ini cukup variatif bagi orang-orang Hindu. Tak hanya sebagai benda, misalnya dalam ritual peribadatan, tapi juga sebagai pelengkap untuk mengungkapkan sesuatu, bisa perpisahan atau juga keberhasilan.

Swastika Hindu [Image Source]

Swasti ditemukan pertama kali di Lembah Indus yang ditengarai kuat awalnya adalah sebagai simbol pemujaan kepada matahari. Seiring berjalannya waktu, simbol ini pun menyatu dalam perkembangan agama Hindu sendiri. Swasti juga dipercaya sebagai representasi dari dewa Brahma dalam dua manifestasinya. Tak hanya itu, Swasti kerap pula diindentikkan dengan dewa Ganesha dan juga dewi Lakshmi.
Swasti tidak hanya sekedar simbol dengan arti satu dua kata, tapi bisa dijabarkan sangat luas. Masih menurut agama Hindu, Swasti bisa diartikan sebagai empat tujuan hidup, empat tahapan hidup, empat arah, empat musim dan masih banyak yang lain.

5. Hakaristi

Swastika juga digunakan oleh orang-orang Finlandia dan mereka menyebutnya dengan Hakaristi. Bagi mereka, simbol ini adalah sebagai lambang keberuntungan dan digunakan di banyak benda. Mulai dari perhiasan sampai emblem di pesawat angkatan udara mereka. Hakaristi  menjadi simbol yang sangat populer dan disukai di Finlandia. Namun sejak akhir Perang Dunia 2, mereka sama sekali dilarang untuk menggunakannya lagi.

Hakaristi di pesawat perang Finlandia [Image Source]

Meskipun sudah dilarang sejak beberapa dekade lalu, simbol ini tetap melekat di hati para penduduk Finlandia. Salah satu buktinya adalah ketika sebuah badan pelelangan di sana melakukan transaksi tawar menawar untuk sebuah cincin berlambang Swastika. Hasil penjualan ini pun kabarnya dipakai untuk mereka para veteran perang.
Jika saja Hitler tidak pernah melakukan hal-hal buruk yang mengerikan itu, mungkin kita akan sering menemukan penggunaan lambang ini di zaman sekarang. Gara-gara Hitler juga simbol yang ternyata diartikan oleh banyak orang sebagai kebaikan dan keberuntungan ini jadi berubah makna. Masih ada orang-orang yang setia memakai simbol ini, meskipun mereka akan selalu dibayang-bayangi dengan hukum serta judge masyarakat yang sudah terlanjut lekat menganggap simbol ini adalah lambang kejahatan dan semacamnya.

Kobra 8X8, Panser IFV Pertama Garapan Pindad untuk Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD



Pada Jumat, 13 April 2019, bertempat di Graha Pindad, Bandung, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia baru saja meneken kontrak pembelian beragam alutsista produksi PT Pindad senilai 215 juta dolar AS.  Dua di antara alutsista yang dibeli tersebut adalah tank medium Harimau dan panser Kobra 8X8.

Nilai kontrak untuk pengadaan tank Harimau mencapai 135 juta dolar, sedangkan untuk panser Kobra di kisaran 80 juta dolar. Jumlah yang dibeli baik tank maupun panser sekira 18-20 unit.

Kedua kendaraan perang ini akan mulai diproduksi tahun depan dan pengerjaannya akan tuntas dalam jangka waktu tiga tahun. Nantinya tank Harimau akan digunakan oleh Batalyon Kavaleri TNI AD, sedangkan panser Kobra untuk Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD.

Mengenai tank Harimau, publik mungkin sudah banyak yang paham akan tank buatan Pindad hasil kerja sama dengan FNSS dari Turki ini. Namun mengenai panser Kobra bisa jadi banyak yang bertanya-tanya. Tidak heran, nama ini memang baru muncul pada saat penandatanganan kontraknya.

Untuk memastikan tentang keberdaan panser Kobra tersebut, redaksi Angkasa Review pun menghubungi Windhu Nurkemal Paramata, Manajer Pengembangan Produk & Proses Kendaraan Khusus PT Pindad.

Pria berperawakan jangkung ini membenarkan saat AR menanyakan apakah Kobra menggunakan basis panser Pandur II  yang ditampilkan oleh Pindad saat Indo Defence 2018 lalu. “Benar, Kobra menggunakan basis Pandur II,” jelasnya.


Seperti diketahui, sejak November 2016, Kemhan RI telah memesan empat panser Pandur II dari perusahaan Excalibur Army, Republik Ceko. Setahun kemudian, tepatnya pada September 2017, ke empat panser telah merapat keTanah Air. Pandur II tampil perdana di hadapan publik pada perayaan HUT TNI ke-72, 5 Oktober 2017.

Perusahaan Excalibur Army sendiri menyatakan, akan memberikan kemudahan produksi panser buatannya dengan memberikan transfer teknologi (ToT) kepada Pindad. Pindad dapat meracik spek khusus yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan Yonif Mekanis TNI AD sebagai calon pengguna.


Panser Kobra yang akan dibuat Pindad merupakan versi ranpur infanteri (Infantry Fighting Vehicle/IFV). Selain digunakan untuk angkut pasukan (empat awak plus tujuh personel pasukan), kendaraan ini juga sanggup bertempur melawan ranpur lawan lainnya baik jenis panser atau tank.


Meski demikian, Pindad belum menginformasikan jenis kubah senjata yang akan disandingkan dengan panser Kobra. Sementara, panser Pandur II CZ versi IFV yang dipasok Excalibur Army untuk militer Ceko, mengadopsi kubah RCWS 30 mm SAMSON MK I buatan Rafael, Israel dengan senjata sekunder SMS 7,62 mm.


Pandur II CZ yang akan akan menjadi basis panser Kobra, memiliki panjang 7,5 m, lebar 2,67 m, dan tinggi 2,1 m. Bobot tempurnya mencapai 17,6 ton dan dengan tambahan add-on armour bobotnya menjadi 22 ton. Ranpur ini mampu membawa muatan seberat 8,5 ton.




Sebagai penggerak, digunakan mesin diesel Cummins EURO III berdaya 455 hp. Kendaraan dapat melaju di jalan datar keras dengan kecepatan mencapai 105 km/jam dan kecepatan berenang di air pada 10 km/jam. Sementara untuk jangkauan operasi, Pandur II CZ mampu menjelajah hingga 700 km.

Panser Pandur II CZ buatan Excalibur Army berbeda dengan versi aslinya yang dibuat oleh pabrik Steyr-Daimler-Puch Spezialfahrzeuge, Austria (kini General Dynamics European Land Systems / GDELS).


Bagian depan panser Pandur II CZ telah menerapkan perisai pemecah gelombang air/ombak. Lalu bagian palka pengemudi juga telah dipasangi sistem penglihatan malam CDND-1.


Panser Pandur II CZ mendapat proteksi tambahan berupa add-on passive armour buatan Rafael, Israel. Lapisan ini mampu menahan laju munisi SMB kaliber 14,5 mm. Lambung bawah Pandur II CZ juga dilapisi SSAB ARMOX 500 yang sanggup bertahan dari ranjau darat dan IED.




Excalibur Army sendiri mulai mendapatkan lisensi membangun Pandur II sejak 2015 dari GDELS. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, Excalibur Army diizinkan untuk mengekspornya ke kawasan Eropa Timur dan Asia.

Di Asia Tenggara, selain Indonesia, Filipina juga tertarik mengakuisisi Pandur II sebagai pengganti ranpur gaek M-113. Militer Indonesia sendiri adalah pengguna ke-4 keluarga panser  Pandur setelah Austria, Portugis dan Ceko.

350 Panser Anoa Buatan Pindad Dipakai PBB



Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno bangga dengan prestasi perusahaan pelat merah PT Pindad. Saat ini kendaraan tempur panser anoa yang diproduksi Pindad sudah go international.

Sebanyak 350 panser anoa sudah digunakan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. Rini berharap suskses ini diikuti oleh tank medium buatan Pindad yang bisa menembus pasar luar negeri.

"Ini Anoa sudah lebih dari 350 unit dipakai PBB. Sekarang proses lanjutan adalah medium tank yang kami sedang siapkan. Moga-moga itu juga akan menjadi bisa mendunia juga," ujarnya.

Rini mengaku sangat bangga karena anak-anak muda dari Pindad makin berinovasi. "Sehingga kami yakin ke depan akan bisa menjadi pemain dunia,” kata dia di sela perayaan HUT BUMN ke-21 berbarengan dengan perayaan hari jadi PT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, paling telat pada Mei 2019 nanti Pindad akan menandatangani kontrak pembelian perdana medium tank Harimau, alutsista terbaru buatan Pindad. “Rencananya 18 unit,” kata dia di Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Abraham mengatakan, pesanan medium tank tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Darat. "Mulai tahun ini kita bisa mulai kontrak dengan pendanaan luar negeri untuk medium tank kita," kata dia.

Abraham tidak merinci nilai kontraknya. “Proyek pendanaan luar negeri itu untuk pengadaan tank Infantri dan tank Kavaleri tahun ini,” kata dia.

Abraham mengatakan, medium tank yang dinamai Harimau tersebut direncanakan untuk dipergunakan oleh satuan Kavaleri TNI. Sementara untuk satuan Infanteri akan menggunakan Anoa 8x8. “Kita menjual Tank Harimau kita untuk Kavaleri, untuk TNI,” kata dia.

Kapasitas produksi Pindad mencukupi untuk menuntaskan pengerjaan pembuatan tank tersebut dalam setahun. “Kapasitas produksi kita 80 unit per tahun, untuk Medium Tank,” kata dia.

Abraham mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan tank Harimau akan dilakukan paling cepat bulan ini. “Harusnya kita rencanakan di April, mungkin di Mei ini,” kata dia.

Lima Senapan Militer Paling Berbahaya di Planet Bumi


Peperangan pada periode pasca peristiwa 11 September berfokus pada infantri, dengan pasukan darat beraksi dalam unit-unit kecil menghadapi gerilyawan. Bertempur di berbagai macam medan, mulai dari daerah gurun yang gersang hingga hutan dan bahkan kota, pasukan infanteri mengandalkan servis senapan mereka untuk menyelesaikan misi.



Berikut adalah lima senjata terbaik di muka bumi seperti disitir dari laman National Interest.




1. M4 Carbine


Senjata ini awalnya dikembangkan oleh Colt guna memenuhi kontrak untuk Uni Emirat Arab (UEA), M4 kemudian digunakan oleh Angkatan Darat dan Korps Marinir Amerika Serikat (AS).



M4 sangat mirip dengan senapan serbu M16A2, tetapi memiliki laras yang lebih pendek. M4 memiliki laras 14,5 inci, sementara M16 mempunyai laran 20 inci. Seperti M16A2, M4 menembakkan peluru kaliber 5.56 milimeter dari magazine yang berisi tiga puluh peluru. Senapan serbu ini memiliki mode semi otomatis dan dapat memuntahkan tiga butir peluru.



Baru-baru ini, sebagai hasil dari pengalaman medan perang dengan M4, Angkatan Darat AS memutuskan untuk meningkatkan senjata ini ke standar M4A1. M4A1 memiliki barel tebal untuk retensi akurasi selama tembakan berkelanjutan, pemicu yang ditingkatkan, kontrol keamanan ambidextrous, dan kemampuan untuk menembak secara otomatis penuh.



2. SA80A2 Rifle


Senapan serbu ini menjadi andalan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Inggris. SA80 pertama kali muncul pada 1980-an sebagai pengganti senapan perang L1A1. Senapan ini adalah senjata konfigurasi bullpup, dengan magazine ditempatkan di belakang pemicu. Ini membuat sistem senjata lebih kompak.



Seperti M4A1, SA80A2 menggunakan peluru kaliber 5,56 milimeter dan dapat menggunakan magazine yang sama. Tidak seperti karabin AS, Inggris menggunakan sistem gas piston short stroke.



Pada tahun 2002, senjata-senjata ini di-upgrade untuk mengatasi berbagai kekurangan, termasuk modifikasi baut, ekstraktor dan perakitan hammer, yang sangat meningkatkan keandalan senjata. Selain pasukan Inggris, SA80 telah dijual ke sejumlah negara Persemakmuran, tetapi penjualan luar negeri sebagian besar tidak pernah terwujud.



3. FAMAS


Fusil d’Assaut de la Manufacture d'Armes de Saint-Étienne, atau senapan serbu FAMAS, diadopsi oleh Prancis pada akhir tahun 1970-an. Senapan serbu ini adalah konfigurasi bullpup, seperti SA80A2, yang menjadi standar dengan peluru kaliber 5,56 milimeter dari magazine yang berisi 25 peluru.



Senjata produksi GIAT ini memiliki panjang keseluruhan 29 inci dengan laras 19 inci, hampir sepanjang senapan. Berat senjata ini hanya 7,96 pon atau 3,61 kg. Menarikanya, tidak seperti senapan serbu infantri standar, FAMAS memiliki view tritium radioaktif untuk menembak di malam hari dan bipod built-in dengan arms yang berputar ke atas dan menyimpan laras di atas.



Sistem blowback FAMAS memberi hasil yang lebih besar daripada senjata lain dalam kategori ini. Sayangnya, Angkatan Darat Prancis akan mengganti FAMAS dengan Heckler dan Koch 416.



4. HK416/M27


Senapan serbu Heckler dan Koch 416 bisa dibilang merupakan langkah maju dari M4. Secara lahiriah mirip dengan M4 dalam penampilan, secara internal senapan ini menggunakan sistem operasi gas-piston, bukan sistem direct-impingement yang digunakan oleh M4. Namun, HK416 sedikit lebih berat di depan.



Sementara M4 dan HK416 berbagi putaran magazine dan peluru yang sama yaitu 5,56 mm, senjata keluaran Jerman ini memiliki laras 16 inci lebih panjang, memberikan sedikit peningkatan dalam jangkauan dan kecepatan.



Senapan serbu ini digunakan Infantry Automatic Rifle M27 Korps Marinir AS, dan sedang diproduksi untuk semua infanteri laut.



5. AK-47M

Senjata standar Angkatan Darat Rusia adalah AK-74M. Dikembangkan pada tahun 1970 sebagai pengganti AK47 yang ikonik. Perbedaan utama antara kedua senjata itu terletak pada penggunaan amunisi yang lebih kecil, lebih ringan 5,45 mm.



Senjata ini digunakan dalam pendudukan Soviet di Afghanistan dan dikeluarkan untuk unit-unit garis depan Soviet, terutama angkatan udara, infanteri angkatan laut dan unit-unit tentara konvensional yang berbasis di Jerman.



Senapan ini memiliki popor yang bisa dilipat ke samping, laras 16,3 inci dan panjang keseluruhan 37 inci. Pada tahun 2015, Angkatan Darat Rusia mengadopsi sejumlah upgrade gaya Barat ke AK-74M, termasuk stok kerangka dengan las pipi yang dapat disesuaikan, sistem pemasangan aksesori rel yang mirip dengan M4 yang dikembangkan oleh Piccatinny Arsenal, foregrip dan rem moncong yang ditingkatkan.